VTP (Virtual Trunking Protocol)
Nama :
Naufal Afra
Kelas :
XII TKJB
MP
: Diagnosa WAN
Instruktur
: Bpk. Rudi Haryadi dan Bpk. Dodi Permana
I.
Pengertian dan Konsep Dasar VTP
VTP adalah adalah suatu protocol untuk
mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi
dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam
hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan
menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP)
merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang
sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar yang meliputi
beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
Di dalam artikel VLAN pada beberapa
edisi sebelumnya, Anda telah melihat konsep VLAN dan juga VLAN tagging protocol
seperti ISL. Jika Anda ingat kembali, tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah
agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk
menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam
lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah
pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.
VLAN merupakan suatu broadcast domain,
sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa
switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch
dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN. Kelemahan
cara ini adalah banyaknya port switch yang menghubungkan switch tersebut. Cara
ini juga lebih manual, membutuhkan lebih banyak waktu, dan sulit untuk
dikelola. Oleh karena itu, muncullah VLAN trunking yang bertujuan untuk
menghubungkan switch dengan interlink (uplink) kecepatan tinggi, dan beberapa
VLAN dapat berbagi satu kabel.
Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN
tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch
dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk menghubungkan dua
switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin
banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat. Cara
yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk membedakan
kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode untuk
mengidentifikasi frame setiap LAN.
II.
Frame VTP
Karena trunk link dapat digunakan untuk
mentransmisi beberapa VLAN, switch harus mengidentifikasi frame setiap VLAN
pada waktu mereka dikirim atau diterima melalui trunk link. Identifikasi frame
atau tagging, memberi ID yang berbeda untuk setiap frame yang melewati trunk
link. ID ini dapat dianggap sebagai nomor VLAN atau “warna” VLAN, karena setiap
VLAN yang digambar pada diagram jaringan mempunyai warna yang berbeda.
Identifikasi frame VLAN dikembangkan untuk jaringan switch. Pada waktu setiap
frame melewati trunk link, suatu pengenal ditambahkan dalam kepala frame. Pada
waktu switch yang dilalui menerima frame ini, mereka akan memeriksa pengenalnya
untuk mengetahui milik siapa frame tersebut.
III. VTP
Domain
Tujuan utama VTP adalah untuk
menyediakan fasilitas sehingga switch Cisco dapat diatur sebagai sebagai suatu
grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada semua switch Cisco Anda,
pembuatan VLAN baru pada satu switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia
pada semua switch yang terdapat VTP management domain yang sama. VTP management
domain merupakan sekelompok switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch
hanya dapat menjadi bagian dari satu VTP management domain, dan secara default
tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun.
Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP
sangat menguntungkan. Bayangkanlah suatu lingkungan di mana administrator
jaringan harus mengatur 20 switch atau lebih. Tanpa VTP, untuk membuat VLAN
baru administrator harus melakukannya pada semuanya switch yang diperlukan
secara individu. Namun dengan VTP, administrator dapat membuat VLAN tersebut
sekali dan VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut
ke semua switch yang berada di dalam domain yang sama. Keuntungan VTP yang
utama adalah efisiensi yang diberikan dalam menambah dan menghapus VLAN dan
juga dalam mengubah konfigurasi VLAN dalam lingkungan yang besar.
Secara umum, mengonfigurasi VTP pada
switch Cisco Catalyst bukanlah pekerjaan yang sulit. Pada kenyataannya, begitu
nama VTP management domain dibuat pada setiap switch, proses pertukaran
informasi VTP antar-switch akan dilakukan secara otomatis dan tidak memerlukan
konfigurasi lebih lanjut atau pengaturan setiap hari. Namun, untuk mendapatkan
gambaran lengkap bagaimana VTP bekerja dalam suatu VTP domain, pertama Anda
harus mengetahui mode VTP.
IV.
Mode Operasi VTP
Jika Anda ingin
membuat switch menjadi bagian dari suatu VTP management domain, setiap switch
harus dikonfigurasi dalam satu dari tiga mode VTP yang dapat digunakan. Mode
VTP yang digunakan pada switch akan menentukan bagaimana switch berinteraksi
dengan switch VTP lainnya dalam management domain tersebut. Mode VTP yang dapat
digunakan pada switch Cisco adalah mode server, mode client, dan mode
transparent. Mode server—VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN
atau pengubahan domain mereka. Semua informasi VTP disebarkan ke switch lainnya
yang terdapat dalam domain tersebut, sementara semua informasi VTP yang
diterima disinkronisasikan dengan switch lain. Secara default, switch berada
dalam mode VTP server. Perlu dicatat bahwa setiap VTP domain paling sedikit
harus mempunya satu server sehingga VLAN dapat dibuat, dimodifikasi, atau
dihapus, dan juga agar informasi VLAN dapat disebarkan.
- Mode client—VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah, atau menghapus VLAN manapun. Pada waktu menggunakan mode client mereka mendengarkan penyebaran VTP dari switch yang lain dan kemudian memodifkasi konfigurasi VLAN mereka. Oleh karena itu, ini merupakan mode mendengar yang pasif. Informasi VTP yang diterima diteruskan ke switch tetangganya dalam domain tersebut.
- Mode transparent—switch dalam mode transparent tidak berpartisipasi dalam VTP. Pada waktu dalam mode transparent, switch tidak menyebarkan konfigurasi VLAN-nya sendiri, dan switch tidak mensinkronisasi database VLAN-nya dengan advertisement yang diterima. Pada waktu VLAN ditambah, dihapus, atau diubah pada switch yang berjalan dalam mode transparent, perubahan tersebut hanya bersifat lokal ke switch itu sendiri, dan tidak disebarkan ke swith lainnya dalam domain tersebut.
Berdasarkan peran
masing-masing mode VTP, maka sekarang kita dapat mengetahui penggunaannya.
Sebagai contoh, jika mempunyai 15 switch Cisco pada jaringan, Anda dapat
mengonfigurasi mereka dalam VTP domain yang sama. Walaupun setiap switch secara
teori dapat berada dalam mode default (mode server), akan lebih mudah jika
hanya satu switch saja yang dalam mode itu dan kemudian mengonfigurasi sisanya
dakan mode client.
Kemudian, ketika Anda
ingin menambah, menghapus, atau mengubah VLAN, perubahan tersebut secara
otomatis dapat disebarkan ke switch mode client. Jika Anda perlu suatu switch
yang “standalone”, atau tidak ingin menyebarkan informasi VLAN, gunakan mode
transparent.
V.
VTP Advertisement
Setiap switch yang tergabung dalam VTP
menyebarkan VLAN, nomor revisi, dan parameter VLAN pada port trunk-nya untuk
memberitahu switch yang lain dalam management domain. VTP advertisement dikirim
sebagai frame multicast. Switch akan menangkap frame yang dikirim ke alamat
multicast VTP dan memproses mereka.
Karena semua switch dalam management
domain mempelajari perubahan konvigurasi VLAN yang baru, suatu VLAN hanya perlu
dibuat dan dikonfigurasi pada satu VTP server di dalam domain tersebut. Secara
default, management domain diset ke non-secure advertisement tanpa password.
Suatu password dapat ditambahkan untuk mengeset domain ke mode secure.
Password tersebut harus dikonfigurasi pada setiap switch dalam domain sehingga
semua switch yang bertukar informasi VTP akan menggunakan metode enkripsi yang
sama.
VTP advertisement dimulai dengan nomor
revisi konfigurasi 0 (nol). Pada waktu dilakukan perubahan, nomor revisi akan
dinaikkan sebelum advertisement dikirim ke luar. Pada waktu switch menerima
suatu advertisement yang nomor revisinya lebih tinggi dari yang tersimpan di
dalam, advertisement tersebut akan menimpa setiap informasi VLAN yang
tersimpan. Oleh karena itu, penting artinya untuk memaksa setiap jaringan baru
yang ditambahkan dengan nomor revisi nol. Nomor revisi VTP disimpan dalam VRAM
dan tidak berubah oleh siklus listrik switch.
VI.
VTP Pruning
Walaupun konfigurasi trunk link
(menggunakan protokol seperti ISL) memungkinkan traffic dari beberapa VLAN
melewati satu link, ini tidaklah selalu optimal. Sebagai contoh, misalkan ada
tiga switch yang dihubungkan dengan dua trunk link, seperti yang ditunjukkan
pada gambar. Dalam kasus ini, ketiga switch tergabung VLAN 1, tetapi hanya
switch A dan switch B yang tergabung dalam VLAN 2. Semua traffic VLAN 2 akan
tetap dilewatkan ke switch C, walaupun ia tidak tergabung dalam VLAN 2.
Pada waktu VTP Pruning digunakan dalam
VTP management domain, traffic VLAN hanya akan dilewatkan ke switch jika
diperlukan. Dalam kasus ini, penggunaan VTP Pruning akan memastikan traffic
VLAN 2 tidak pernah dilewatkan ke switch-C sampai switch C benar-benar
tergabung dalam VLAN 2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar